Tampilkan postingan dengan label SBK (SENI BUDAYA). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SBK (SENI BUDAYA). Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Agustus 2021

SENI BUDAYA XII P3 SM1 (Desain Reklame Poster)

 3.1  Peserta didik mampu mengevaluasi konsep, unsur, prinsip, bahan, dan teknik dalam berkarya seni rupa 
4.1 peserta didik mampu berkreasi karya seni rupa dua dimensi berdasarkan imajinasi dengan berbagai media dan teknik 

Materi Pembelajaran 
  • Konsep, unsur, dan prinsip dalam berkarya seni rupa 
  • Bahan dan teknik dalam berkarya seni rupa (reklame) 
  • Merancang dan membuat karya seni rupa (reklame)

KELAS XII (DUABELAS)
SMK REFORMASI MAKASSAR

SENI BUDAYA XI P3 SM1 (Seni Rupa Tiga Dimensi : Menghias Kulit Telur)

Kompetensi Dasar

3.2.   Menganalisis karya seni rupa berdasarkan jenis, tema, fungsi dan nilai estetis.
  • 3.2.1  Menemukan jenis & tema karya seni rupa 3 dimensi
  • 3.1.2 Mengelompokkan berbagai karya seni rupa berdasar bahan dan fungsinya
  • 3.2.3  Menemukan nilai estetis karya seni rupa
4.2. Berkreasi karya seni rupa 3 dimensi dengan memodifikasi obyek
  • 4.2.1  Membuat karya seni rupa 3 dimensi dengan berbagai bahan dan teknik 
Materi Pembelajaran 
Materi pokok yang akan dipelajari dalam modul ini antara lain : 
1. Konsep dan unsur karya seni rupa 3 dimensi 
2. Bahan dan fungsi karya seni rupa 
3. Nilai estetis karya seni rupa 
4. Membuat karya seni rupa 3 dimensi

KELAS XI (SEBELAS)
SMK REFORMASI MAKASSAR

SENI BUDAYA X P3 SM1 (SENI RUPA TIGA DIMENSI)

Kompetensi Dasar

3.2 Memahami karya seni rupa berdasarkan, jenis, tema, dan nilai estetisnya.
  • 3.2.1 Mengklasifikasi karya seni rupa berdasarkan jenis, tema dan nilai estetisnya.
  • 3.2.2 Mempresentasikan hasil pengamatan terhadap jenis, tema dan nilai estetis dalam karya seni rupa. 
4.2 Membuat karya seni rupa tiga dimensi dengan melihat model.
  • 4.2.1 Membuat karya seni rupa tiga dimensi .
  • 4.2.2 Mengkomunikasikan konsep hasil eksplorasi berkarya tiga dimensi dengan berbagai media dan teknik. 
Kegiatan Pembelajaran 1 
a. Pengertian karya seni rupa tiga dimensi 
b. Jenis karya seni rupa tiga dimensi. 
c. Teknik pembuatan Karya Seni Rupa tiga dimensi. 

Senin, 09 Agustus 2021

SENI BUDAYA XII P2 SM1 (Desain Reklame Poster)

 3.1  Peserta didik mampu mengevaluasi konsep, unsur, prinsip, bahan, dan teknik dalam berkarya seni rupa 

4.1 peserta didik mampu berkreasi karya seni rupa dua dimensi berdasarkan imajinasi dengan berbagai media dan teknik 

Materi Pembelajaran 
  • Konsep, unsur, dan prinsip dalam berkarya seni rupa 
  • Bahan dan teknik dalam berkarya seni rupa (reklame) 
  • Merancang dan membuat karya seni rupa (reklame)

KELAS XII (DUABELAS)
SMK REFORMASI MAKASSAR

SENI BUDAYA XI P2 SM1 (Karya Seni Rupa Dua Dimensi Modifikasi)

 3.1 Menganalisis konsep, unsur, prinsip, bahan, dan teknik dalam berkarya seni rupa

4.1  Membuat karya  seni rupa dua dimensi dengan memodifikasi objek 

Materi Pembelajaran
  • Konsep, unsur, prinsip, bahan dan teknik dalam berkarya seni rupa.
  • Pembuatan karya seni rupa dua dimensi menggunakan berbagai media dan teknik dengan memodifikasi model. 

KELAS XI (SEBELAS)
SMK REFORMASI MAKASSAR

SENI BUDAYA X P2 SM1 (SENI RUPA DUA DIMENSI)

3.1. Memahami konsep, unsur, prinsip, bahan, dan teknik dalam berkarya seni rupa

4.1. Membuat karya seni rupa dua dimensi menggunakan berbagai media dan teknik dengan melihat model 

Materi yang akan dipelajari pada madul ini antara lain; 
▪ Macam-macam Karya Seni Rupa Dua Dimensi 
▪ Unsur-unsur dan Prinsip-prinsip karya seni rupa 
▪ Media dan Teknik berkarya seni rupa dua dimensi 

KELAS X (SEPULUH)
SMK REFORMASI MAKASSAR

Senin, 02 Agustus 2021

SENI BUDAYA XII P1 SM1 (Desain Reklame Poster)

3.1  Peserta didik mampu mengevaluasi konsep, unsur, prinsip, bahan, dan teknik dalam berkarya seni rupa 

4.1 peserta didik mampu berkreasi karya seni rupa dua dimensi berdasarkan imajinasi dengan berbagai media dan teknik 

Materi Pembelajaran 
  • Konsep, unsur, dan prinsip dalam berkarya seni rupa 
  • Bahan dan teknik dalam berkarya seni rupa (reklame) 
  • Merancang dan membuat karya seni rupa (reklame)

KELAS XII (DUABELAS)
SMK REFORMASI MAKASSAR

SENI BUDAYA XI P1 SM1 (Karya Seni Rupa Dua Dimensi Modifikasi)

3.1 Menganalisis konsep, unsur, prinsip, bahan, dan teknik dalam berkarya seni rupa

4.1  Membuat karya  seni rupa dua dimensi dengan memodifikasi objek 

Materi Pembelajaran
  • Konsep, unsur, prinsip, bahan dan teknik dalam berkarya seni rupa.
  • Pembuatan karya seni rupa dua dimensi menggunakan berbagai media dan teknik dengan memodifikasi model. 

KELAS XI (SEBELAS)
SMK REFORMASI MAKASSAR

SENI BUDAYA X P1 SM1 (SENI RUPA DUA DIMENSI)

3.1. Memahami konsep, unsur, prinsip, bahan, dan teknik dalam berkarya seni rupa

4.1. Membuat karya seni rupa dua dimensi menggunakan berbagai media dan teknik dengan melihat model 

Materi yang akan dipelajari pada madul ini antara lain; 
▪ Macam-macam Karya Seni Rupa Dua Dimensi 
▪ Unsur-unsur dan Prinsip-prinsip karya seni rupa 
▪ Media dan Teknik berkarya seni rupa dua dimensi 

KELAS X (SEPULUH)
SMK REFORMASI MAKASSAR

Selasa, 29 September 2020

MATERI SENI BUDAYA TEATER (1. ASAL MULA TEATER)

PENGERTIAN TEATER MODERN

Teater berasal dari kata Yunani, “theatron” (bahasa Inggris, Seeing Place) yang artinya tempat atau gedung pertunjukan. Dalam perkembangannya, dalam pengertian lebih luas kata teater diartikan sebagai segala hal yang dipertunjukkan di depan orang banyak. Dengan demikian, dalam rumusan sederhana teater adalah pertunjukan, misalnya ketoprak, ludruk, wayang, wayang wong, sintren, janger, mamanda, dagelan, sulap, akrobat, dan lain sebagainya (Harrymawan, 1993). Namun demikian, teater selalu dikaitkan dengan kata drama yang berasal dari kata Yunani Kuno “draomai” yang berarti bertindak atau berbuat dan “drame” yang berasal dari kata Perancis yang diambil oleh Diderot dan Beaumarchaid untuk menjelaskan lakon-lakon mereka tentang kehidupan kelas menengah. Dalam istilah yang lebih ketat berarti lakon serius yang menggarap satu masalah yang punya arti penting tapi tidak bertujuan mengagungkan tragika. Kata “drama” juga dianggap telah ada sejak era Mesir Kuno (4000-1580 SM), sebelum era Yunani Kuno (800-277 SM). Hubungan kata “teater” dan “drama” bersandingan sedemikian erat seiring dengan perlakuan terhadap teater yang mempergunakan drama lebih identik sebagai teks atau naskah atau lakon atau karya sastra (Bakdi Soemanto, 2001).

Selasa, 25 Agustus 2020

pameran


1.  Waktu Penyelenggaraan Pameran


Penyelenggaraan pameran dapat berlangsung melalui dua jenis waktu, yaitu:

a.  Pameran Rutin


Pameran jenis ini berlangsung dalam waktu yang ditentukan secara tetap. Biasanya bersifat tahunan (annual), dua tahun sekali (biennial), dan tiga tahun sekali (triennial). Di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Italia (Venesia), Jepang (Fukuoka), dan Brazil (Sao Paulo) agenda pameran seni rupa rutin seperti ini sering dinantikan banyak kalangan karena daya tariknya. Kegiatan serupa berlangsung juga di Jakarta dan Jogjakarta. Khusus untuk seni patung, agenda pameran tiga tahun sekali berlangsung di Jakarta. Prestasi peserta pameran dapat dinilai dan bahkan disediakan penghargaan khusus untuk itu pada kegiatan ini.

SENI BUDAYA


1.   Fungsi Seni


Seni rupa yang intinya dinikmati dengan indera penglihatan semenjak dahulu hingga kini merupakan hal yang amat dekat di dalam kehidupan manusia karena banyak hal yang berkenaan dengan fungsinya, yakni individual, sosial, dan fisik. Fungsi individual bekenaan dengan ekspresi atau ungkapan pribadi seseorang melalui seni rupa. Adapun fungsi seni rupa secara sosial menyangkut aspek inspirasi, informasi, rekreasi, pendidikan, keagamaan, dan keduniawian. Sedangkan yang ketiga dan paling menonjol adalah fungsi fisik seni rupa dalam memenuhi kebutuhan manusia selaku pemakainya. Coba perhatikan pada benda yang melekat di tubuh kita: pakaian, sepatu, sandal, topi, tas, perhiasan. Adakah kita memakainya tanpa mempertimbangkan aspek bentuk, keindahan, warna, dan keserasiannya.? Sadarkah saat memilih pakaian kita mempertimbangkan aspek kesenirupaannya yang meliputi warna, keserasian, bentuk atau modelnya, serta kenyamanannya. Demikian juga dengan model rambut, kita tentu tidak memilih dengan alasan yang asal-asalan tetapi berdasarkan pertimbangan yang dekat dengan aspek seni rupa.